AGREGAT/BATUAN
Agregat/Batuan adalah suatu bahan
yang terdiri dari mineral padat, berupa masa berukuran besar ataupun
fragmen-fragmen (ASTM 1974).
Agregat atau batuan berdasarkan
dari kejadiannya dapat dibedakan atas :
1.
Batuan Beku (igneous rock)
Batuan yang berasal dari magma yang mendingin dan
membeku. Batuan ini dibedakan menjadi 2 yaitu :
1)
Batuan beku luar (extrusive igneous rock) dan batuan beku dalam (intrusive igneous rock). Batuan beku luar umumnya berbutir halus
seperti batu apung, andesit, basalt, obsidian, dan lain-lain dapat ditemukan
disaat gunung meletus.
2)
Batuan beku dalam umumnya berbutir kasar seperti
granit, gabbro, diorite, dan lain-lain dapat ditemukan dipermukaan bumi karena
proses erosi dan gerakan bumi.
2.
Batuan Sedimen
Batuan sedimen berasal dari campuran partikel mineral,
sisa-sisa hewan dan tanaman. Pada umumnya ditemui di lapisan kulit bumi, hasil
endapan di danau, laut dan sebagainya.
Berdasarkan pembentukannya batuan ini dibedakan
menjadi :
1)
Secara mekanik seperti breksi, konglomerat, batu
pasir, batu lempung. Batuan ini banyak mengandung silica
2)
Secara organis seperti batu gamping, batu bara,
opal
3)
Secara kimiawi seperti batu gamping, garam,
gips, dan flint.
3.
Batuan Metamorf
Batuan metamorf berasal dari batuan beku dan batuan
sedimen yang mengalami perubahan bentuk akibat tekanan dan temperature dari
kulit bumi. Berdasarkan stukturnya dibedakan menjadi :
1)
Batuan metamorf massif seperti marmer, kwarsit
2)
Batuan metamorf yang berfoliasi/berlapis seperti
batu sabak, filit, sekis
Agregat berdasarkan proses
pengolahannya dapat dibedakan atas :
1.
Agregat Alam
Agregat ini terbentuk akibat erosi dan degradasi. Dua
bentuk agregat alam yang sering digunakan yaitu :
1)
Kerikil adalah agregat dengan ukuran partikel
> ¼ inchi (6,35 mm)
2)
Pasir adalah agregat dengan ukuran partikel <
¼ inchi tetapi lebih besar dari 0,075 mm (saringan no.200)
2.
Agregat yang mengalami proses pengolahan
terlebih dahulu
3.
Agregat Buatan
Agregat berdasarkan besar
partikel-partikel agregat dibedakan atas :
1.
Agregat kasar, agregat > 4,75 mm (ASTM) atau
> 2 mm (AASHTO)
2.
Agregat halus, agregat < 4,75 mm (ASTM) atau
< 2 mm dan > 0,075 mm (AASHTO)
3.
Abu batu/mineral filter, agregat yang lolos
saringan no.200
Gradasi adalah sebaran
ukuran butiran dan dianalisis dengan uji saringan. Menurut gradasinya asalnya
ada tiga jenis gradasi yaitu :
- Gradasi rapat (dense grading), yaitu sebaran ukuran butiran yang relatif “merata” untuk seluruh ukuran saringan.
- Gradasi terbuka (open grading)atau gradasi seragam (uniform grading), yaitu sebaran ukuran butiran yang relatif seragam sehingga cukup banyak mengandung rongga-rongga di antara butirannya.
- Gradasi timpang (gap grading), yaitu sebaran ukuran butiran yang mengalami kekurangan pada salah satu atau dua nomor saringan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar